Skip to main content

Kutipan Novel "Cinta Akhir Pekan" Dadan Erlangga

Kumpulan quote-quotes / kata-kata / kutipan novel "Cinta Akhir Pekan" karya Dadan Erlangga:

Hasil gambar untuk novel cinta akhir pekan

"Nggak akan ada masalah yang selesai kalau kamu terus menghindar seperti ini. Kamu harus percaya bahwa kamu bisa menghadapi dan menyelesaikan masalahmu."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.26)

"Kalau kamu ingin menggerakkan tubuh seseorang, jangan menarik tangannya, tapi sentuhlah hatinya."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.82)

"Kalau kita tunduk pada emosi, kita hanya akan mendapatkan kepuasan sesaat, lalu berakhir penyesalan."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.89)

"Jangan sedih lagi ya. Sekarang sudah ada aku, yang akan selalu siap menjadi seseorang yang bisa kamu andalkan dalam situasi dan kondisi apa pun. Saat kamu butuh teman berbagi, telepon saja aku kapan pun kamu mau. Bahkan, kalau kamu perlu seseorang untuk kamu caci-maki atau kamu marah-marahi, kamu bisa meluapkan semua itu kepadaku. Lakukan apa saja yang kamu mau terhadapku, sampai kamu benar-benar merasa lega. Dan kalau kamu butuh sesuatu, jangan lagi merepotkan orang lain, karena aku bakal selalu jadi orang pertama yang siap melakukan apa saja untukmu."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.118)

"Kalaupun ada satu hal yang paling kuinginkan dari dirimu sekarang itu adalah melihat kamu tersenyum bahagia. Dan, aku tidak akan pernah menyerah sampai bisa mewujudkannya."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.162)

"Ya, dunia ini memang sempit. Sangat sempit. Namun, selama kesempitannya itu mampu menciptakan kebetulan-kebetulan pertemuan yang menyenangkan, aku takkan keberatan untuk tetap tinggal di dunia yang semakin sempit ini."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.202)

"Kamu harus sering tersenyum saat sedang bersamaku, supaya kamu sadar bahwa kamu itu cantik. Supaya kamu tahu bahwa senyumanmu sudah berhasil menyulap manusia pemalas sepertiku menjadi seseorang yang penuh semangat dan gairah hidup."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.239)

"Pikiran dan praduga kita terhadap siapa pun cenderung seperti itu. Sekali kita berpikiran negatif terhadap seseorang, maka yang terjadi di antara kita dan orang itu adalah kesalahpahaman. Berpikiran negatif itu tentu saja berbeda dengan bersikap waspada. Jika bersikap waspada akan menghindarkan kita dari sesuatu yang tidak kita harapkan, maka pikiran negatif justru mendekatkan kita dengan hal buruk itu."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.244-245)

"Tapi yang pasti, aku selalu merasa senang setiap kali kita punya kesempatan untuk berbincang atau hanya sekadar saling menatap tanpa bicara."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.251)

Jika suatu hari seseorang bertanya kepadaku, "Bagaimana cara membuat orang lain tersenyum?" Maka akan kujawab, "Tersenyumlah terlebih dahulu kepadanya."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.259)

"Tidak ada nama yang jelek dan norak. Setiap orangtua pasti memberi nama yang terbaik untuk anaknya."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.262)

"Merelakannya bukan berarti kita melupakannya. Merelakannya hanya upaya yang kita lakukan supaya kita bisa melanjutkan hidup, dan bersikap lebih bijaksana dalam menjalani hari-hari setelah kepergiannya."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.317)

"Aku memandang akhir pekan sebagai gambaran dari sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan setelah segala ujian dan kesedihan datang dalam hidup seseorang."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.329)

"Karma buruk atau bukan, aku hanya percaya bahwa setiap perbuatan pada akhirnya akan mendapatkan balasan yang setimpal."
--- Cinta Akhir Pekan (hal.334)

Comments

Popular posts from this blog

Kutipan Novel "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" Tere Liye

Berikut ini kumpulan Kata-kata / Quotes / Kutipan  dari novel Tere Liye yang berjudul “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” : “Bahagia karena dia memujiku. Jangankan sebuah pujian, tatapan matanya saja sudah cukup membuatku riang sepanjang hari, sepanjang malam.” --- Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (hal.15) “Berhenti sejenak. Menatap sekitar. Itu selalu memberikan kita inspirasi!” ---  Tere Liye,  Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (hal.21) “Aku ingat sekali saat menatap mukanya untuk pertama kali. Dia tersenyum hangat menenteramkan. Mukanya amat menyenangkan. Muka yang memesona oleh cahaya kebaikan.” ---  Tere Liye,  Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (hal.23)   “Kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh. Biarkanlah angin yang menerbangkannya.” ---  Tere Liye,  Daun Yang Jatuh Tak Pernah M...

Kutipan Novel "Ayahku (Bukan) Pembohong" Tere Liye

Kumpulan quote-quotes / kata-kata / kutipan dari novel karya Tere Liye "Ayahku (Bukan) Pembohong" : "Kau tahu, kekalahan seperti ini justru baik bagi mereka. Agar mereka bisa menilai kembali kelebihan dan kekurangan tim." --- Ayahku (Bukan) Pembohong, hal.11 "Terkadang cara membalas terbaik justru dengan tidak membalas." --- Ayahku (Bukan) Pembohong, hal.24 "Ah, yang menghina belum tentu lebih mulia dibandingkan yang dihina. Bukankah Ayah sudah berkali-kali bilang, bahkan kebanyakan orang justru menghina diri mereka sendiri dengan menghina orang lain." --- Ayahku (Bukan) Pembohong, hal.38 "Ayah pernah cerita, Toki si Kelinci Nakal selalu tahu bahwa orangtuanya amat menyayangi dia. Meski harus menaklukkan badai salju, melawan kerumunan serigala, menghindari jebakan pemburu, bahkan melewati jembatan terakhir, orangtuanya tetap berusaha menyelamatkan Toki, senakal apa pun anaknya... Aku tahu, Ayah akan selalu menyayangiku." ...

Kutipan Novel "Milea : Suara Dari Dilan" Pidi Baiq

“Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu.” -Pidi Baiq Kumpulan Kata-kata / Quote / Quotes / Kutipan dari novel karya Pidi Baiq yang berjudul “Milea: Suara Dari Dilan” : “Bunda ngebebasin kamu itu karena Bunda percaya. Bunda percaya kamu tau batasnya. Kalau enggak percaya, mana akan Bunda bebasin.” --- Milea: Suara Dari Dilan (hal.51) “Saat itu, aku pribadi tidak tahu apa lagi yang aku inginkan, barangkali hanya ingin oksigen dan tetap bernapas agar bisa bersamanya setiap saat. Juga, ingin bensin gratis dari Pertamina, untuk bisa mengajak Lia jalan-jalan keliling Kota Bandung.” --- Milea: Suara Dari Dilan (hal.70) “Kamu boleh bebas berpendapat tentang diriku, bahkan dengan penilaian yang terburuk sekalipun karena aku percaya, di dalam caranya masing-masing, setiap orang melakukan kesalahan. Dan, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk dimaafkan.” --- Milea: Suara Dari Dilan (hal.97) “Apalagi, kalian ini generasi penerus ba...